Postingan

Mengadilan Massa di Cukapa Tangerang

Gambar
Peristiwa biadap di Cikupa, Tangerang menjadi contoh bahwa sifat kebinatangan ada dan semakin berkembang dalam diri manusia. Pasangan secara sepihak diduga mesum tanpa niat memastikan terlebih dulu kebenaranya, dan bahkan dipaksa untuk mengakui yang tidak mereka perbuat, merupakan tindakan binatang paling buas yang bersembunyi di balik manusia yang katanya mahluk paling mulia. Parahnya lagi aksi mereka diabadikan dalam adengan selfi foto dan video dengan tidak merasa bersalah dan menjadi bagian dari permainan dan kesenangan. Kemudian disebarkan di media sosial sehingga berujung viral. Dengan bangganya pasangan tersebut dijadikan bagai tangkapan besar dalam perburuan di hutan. Binatang buruan dikira anak macan rupanya kucing, dan pemburu seperti sekawanan anjing liar tak bertuan yang melampiaskan hasratnya dengan otak kerdil dan tidak berfungsi. Anjing-anjing dengan telaten mempersolek diri dan menumpang hidup dalam diri manusia bagaikan mahluk tersuci, sehingga mereka anggap per...

Tentukan Pilihanmu!!!

Oleh: Ardin Silalahi   Menentukan pilihan bukan berarti memilih sesuatu yang sudah ada di depan mata dan kamu diharuskan untuk segera memilih. Menentukan pilihan juga bukan berarti kamu harus memilih berdasarkan segala sesuatu yang telah disampaikan padamu mengenai kriteria objek yang kamu pilih. Berbagai saran yang disampaikan mengenai objek tertentu untuk kamu harus segera memilihnya perlu kamu pertimbangkan terlebih dulu dan lakukan filter sebelum kamu benar-benar memilih salah satu pilihan tersebut. Di suatu sore kala gelap hampir melahap bumi aku melakukan komunikasi lewat telepon dengan istriku. Suatu kewajaran bagiku untuk bersegera menentukan pilihan demi masa depan keluarga kami, sarannya. Pembicaraan berkenaan dengan pekerjaan, rencana studi lanjut dan tempat tinggal. Itu terjadi manakala aku sering mengeluhkan aturan di perusahaan tempat aku bekerja; mengeluhkan ketika aku ingin melamar pekerjaan baru namun terbentur dengan bidang dan jurusanku; dan mengel...

Kisah Ini Kuceritakan Kembali Padamu Mutiara Hatiku…

Oleh: Ardin Silalahi Kisah ini kuceritakan kembali padamu mutiara hatiku saat kau telah resmi menjadi pendamping hidupku. Kau telah resmi menjadi pendamping hidupku tepat sejak tanggal 17 Juli 2015. Hari itu kau terlihat tidak lagi seperti teman SMP-ku dulu. Kebayamu yang menggetarkan dipadu dengan payet berkilau-kilau seperti pasir putih diselimuti terik matahari di pantai nan sepi ; model sasak dan sanggul yang tampak seirama dengan rambutmu yang terlihat kembang; bunga melati yang melingkar di kepala di antara rambut dan sanggul yang juga teruntai jatuh persis di dekat bahumu; make-up yang tidak terlalu menor seperti yang pernah mewarnai wajahmu di kala wisuda dulu; dan tak lupa senyum yang selalu kau bagi di tiap momen hari bahagia itu, kau tampak anggun. Pertama kali aku mengenalmu saat kita duduk di kelas yang sama, kelas 3 SMP.   Kau pendiam, suka baca buku, tidak suka bermain di luar kelas kala guru tidak masuk. Berbeda denganku. Penampilanmu juga beda. Kau suka pak...

Calon Pengantin dari Surga

Calon pengantinku adalah tipe gadis kebanyakan. Rajin. Dia rajin melakukan segalanya sesuatu, terlebih urusan kebersihan. Dia sangat suka melihat semua sudut rumahnya bersih. Mulai dari hal kecil tidak pernah luput dari gilasan matanya. Urinor kamar mandi yang penuh dengan rambut dibersihkannya sekali dalam sehari. Bak mandi yang sedikit saja menguning dan menghitam disikatnya. Air di bak mandi yang terlihat sedikit kotor dikurasnya. Gayung untuk mandi disikat juga olehnya dua kali seminggu. Demikian juga toilet tidak pernah luput dari mata dan tangannya yang rajin bersih-bersih. Dia adalah calon istriku terkasih. Tidak hanya seluruh isi kamar mandi, dia juga sangat suka melihat kamar tidur bersih. Oleh sebab itu, dua kali dalam seminggu digantinya sprei kasur miliknya dengan yang baru dicuci bersih dan diberi wewangian. Sarung bantal yang dia ganti setidaknya sekali dalam seminggu. Demikian juga kasur miliknya sering dibawanya ke bawah sinar matahari, dan disinari di bawah terik ...

cerber...

Ibuku lahir tahun 1948. Setidaknya begitu tertulis di ktp lama. Ktp itu dicetak kertas dan dilaminatang. Ibu tidak tahu persis tanggal dan bulan lahirnya. Demikian juga aku tidak tahu tanggal, bulan dan tahun lahir ibuku. Pernah suatu ketika aku bertanya tanggal lahir ibu. Ibu benar-benar tidak ingat. Mungkin karena orang tua dari ibuku buta huruf dan sehingga tidak bisa menceritakan persis hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiran ibu. Atau mungkin saja saat itu tidak ada kalender di rumah sehingga kakek-nenekku sulit menjelaskannya. Atau mungkin ibu tidak pernah bertanya kepada orang tuanya. Tapi ibuku bukanlah tuna aksara. Aku terima surat itu dari tangan ibu. Aku gugup   karena belum sepenuhnya percaya sebelum membaca isi surat itu. Sejenak aku teringat desas desus tetanggaku mengenai banyaknya siswa/i SMA di sekolah lain yang tidak lulus UAN. Aku pikir tidak mungkin aku tinggal kelas. Tidak mungkin aku harus setahun lagi duduk di bangku kelas 3 SMA. Tidak, itu tidak boleh...

Surat Kelulusan..

Cerber Oleh: Ardin Silalahi Semakin aku meragukan kemampuan ibuku seusai menjalani ujian akhir nasional tahun 2005. Aku juga meragukan teman-teman SMA-ku saat hampir tidak ada   terdengar cerita tentang itu. Tidak terdengar oleh telingaku, juga oleh telinga guru-guruku tentang kami yang akan melanjutkan studi hingga perguruan tinggi. Aku juga tidak mendengar cerita ibuku yang mungkin bercerita tentang orangtua dari teman-temanku kala mereka tiba di sekolah atas undangan bapak kepala sekolah untuk menyampaikan surat kelulusan kami. Aku juga tidak mendengar dari mulut ibuku saat dia memberikan amplop itu padaku. Amplop yang di dalamnya terdapat secarik kertas bertuliskan anak Anda dinyatakan LULUS. Aku adalah anak ke tujuh dari tujuh bersaudara. Aku dilahirkan dari keluarga kurang mampu. Baru berusia kira-kira enam bulan ibuku sering meninggalkanku. Setidaknya begitu cerita saudara perempuanku yang terbiasa mengantarku ke sawah tempat ibuku bekerja upahan untuk sekedar...

Menulis, Aksi Imaji Tingkat Empat

Opini Oleh: Ardin Silalahi Begitu banyak artikel bahkan jurnal yang memberi gagasan jitu bagaimana menulis yang baik dan disukai banyak orang. Mulai dari gagasan hanya untuk sekedar menulis diari tiap hari, hingga menulis karya ilmiah, beberapa yang menekuni dunia menulis barangkali sudah menuangkan tips menulisnya hingga dibaca setiap orang yang mau dan berujung tertarik untuk sekedar mencoba. Rupanya memang tiada habis-habisnya – sekedar   menyadarkan, sedikit menggugah dan menanamkan ketertarikan beberapa orang untuk menulis. Itu merupakan masalah lain manakala pembaca tidak sedikit pun membuka hati untuk memulai kendati hanya menggoretkan aktifitasnya sehari-hari. Teringat seorang teman pernah bilang: apa saja yang terlintas dipikiran, tulislah! Tidak usah pikir apakah itu hanya kata, prasa atau kalimat sederhana. Permulaan sederhana namun rupanya berdampak besar jikalau itu semakin diasah. Tahun 2012 saya pernah menulis ulasan singkat mengenai resep menulis da...