Tentukan Pilihanmu!!!
Oleh: Ardin
Silalahi
Menentukan
pilihan bukan berarti memilih sesuatu yang sudah ada di depan mata dan kamu
diharuskan untuk segera memilih. Menentukan pilihan juga bukan berarti kamu
harus memilih berdasarkan segala sesuatu yang telah disampaikan padamu mengenai
kriteria objek yang kamu pilih. Berbagai saran yang disampaikan mengenai objek
tertentu untuk kamu harus segera memilihnya perlu kamu pertimbangkan terlebih
dulu dan lakukan filter sebelum kamu benar-benar memilih salah satu pilihan
tersebut.
Di suatu
sore kala gelap hampir melahap bumi aku melakukan komunikasi lewat telepon
dengan istriku. Suatu kewajaran bagiku untuk bersegera menentukan pilihan demi
masa depan keluarga kami, sarannya. Pembicaraan berkenaan dengan pekerjaan,
rencana studi lanjut dan tempat tinggal. Itu terjadi manakala aku sering mengeluhkan
aturan di perusahaan tempat aku bekerja; mengeluhkan ketika aku ingin melamar pekerjaan
baru namun terbentur dengan bidang dan jurusanku; dan mengeluhkan hari-hariku
yang kurang lengkap ketika aku dihadapkan pada dua dapur dalam rumah tangga,
seorang di pulau Borneo sementara aku di bumi Sumatera.
Aku juga
dihadapkan pada usia yang tak lagi seperti lima tahun yang lalu. Banyak lowongan
kerja memberikan ketentuan batas usia maksimal terhadap para pelamar. Perusahaan
baru, misalkan BUMN, yang kuminati itu kebanyakan merekrut calon SDM usia
maksimal 27 tahun. Aku sudah tereliminasi sebelum terlibat dalam antrian para
pelamar. Itu sangat menyakitkan. Ah, aku memang harus bersegera menentukan
pilihan dan itu harus sesuai dengan minat dan ketertarikanku pada bidang yang
akan kujalani. Apa aku harus tetap bekerja di perusahaan lama dan sembari mencari
kegiatan sampingan atau aku harus melanjutkan studi lagi sambil bekerja atau
membuka usaha?
Pilihan itu
ada di tanganku. Aku harus memastikan
segala sesuatu adalah yang terbaik bagi keluarga kami. Pilihan pertama, aku
buka usaha di kota provinsi kelahiranku dan lanjut kuliah S2. Kedua, aku kuliah
di Jakarta dan mencari pekerjaan paruh waktu. Ketiga, aku fokus buka usaha
karena aku ingin secepatnya punya banyak uang, bila sukses. Tapi nanti kau jadi
mata duitan bang, kata istriku diikuti senyuman.
Komentar
Posting Komentar