Postingan

Desa, Fokus Kementerian Pertanian Rabu, 12 November 2014 | Terbit di koran Analisa, Medan (Analisadaily.com) http://analisadaily.com/news/read/desa-fokus-kementerian-pertanian/80699/2014/11/12 Oleh: Ardin H. Silalahi .  Sejumlah menteri yang tergabung dalam kabinet kerja Jokowi-Yusuf Kalla seusai resmi dilantik pada 20 Oktober langsung mendatangi kantor kementeriannya. Sebut saja Ignatius Jonan salah satunya. Mantan dirut PT KAI yang dipercaya menduduki pos menteri perhubungan tersebut segera menuju kantornya dengan tergesa-gesa dan sempat melakukan pertemuan tertutup selama kurang lebih 2 jam bersama pejabat eselon setempat. Sepintas mungkin kita bangga terhadap semangat demikian sebagai awal pembuktian kabinet kerja yang sudah dibentuk betul-betul diaplikasikan sebelum menunggu komando atasan. Hal itu merupakan suatu tindakan positif untuk mengangkat kembali citra petinggi pemerintahan yang akhir-akhir ini beberapa di antara mantan menteri di kabinet I...

Hujan Pertama di Bulan Oktober

Ayah, lihat yah, hujan sudah turun. Apa aku boleh main hujan. Aku ingin main yah. Lagipula aku sudah besar. Ayah takut aku diserang flu dan batuk-batuk. Biasanya kalau hujan turun yah, buah pohon anggur kita banyak berjatuhan. Ayah masih tidak mengijinkanku. Akan kuambilkan buah anggurnya untuk ayah. Jangan nak, nanti kau sakit. Sepanjang hari kota kita diselimuti kemarau. Kalau kau main hujan bagaimana aku harus bilang ke nenekmu. Ingat nenekmu tidak mau kau sakit. Nenekmu tidak ingin kau flu dan batuk-batuk yang sangat ayah benci itu. Apa kau ingin nenek menungguimu sepanjang malam tak bisa tidur. Apa kau tega melihat mata nenekmu yang tiap hari semakin awas memandangiku karena aku tidak bisa merawatmu seperti ibumu. Nak, tentu kau tak ingin itu.  Besok, saat embun masih membasahi akan ayah ambil buah anggur kita itu. Jangan sekarang nak, sudah larut malam. Apa kau tidak takut kalau ular tiba-tiba datang dan menggigitmu. Kau memang tidak menghiraukannya. Jangan nak, ja...

Komunitas Penyaring Berita

Komunitas Penyaring Berita Halo teman-teman.. Apa kabar disana? Sungguh kesempatan yang luar biasa bisa berbagi.  Akhir-akhir ini hujan cukup rutin menyelimuti ibukota. Jika hujan deras setengah atau satu jam saja jalanan sudah tergenang air. Penduduk yang bermukim di bantaran kali sudah takut dan awas, manakala sewaktu-waktu air membanjiri rumah mereka.  Kanal banjir utara dan timur (Jakarta Utara dan Jakarta Timur) memang sudah selesai, jadi kemungkinan banjir minim. Namun, Jakarta Utara dan Selatan kemungkinan banjir masih besar. Di sinilah peran Jokowi sebagi gubernur terpilih dibutuhkan mendesak.  Soal polusi dan macet sudah menjadi makanan sehari-hari. Tetangga rumah tidak saling menyapa, bukan karena sombong atau tidak mau sosialisi, namun karena kesibukan dan pekerjaan. Saya dengan teman satu atap saja jarang bertemu.  Jalur busway yang diserubut oleh pengendara lain yang nakal bukan hal biasa. Kebanyakan penduduk ibukota ini saya kira su...

Mengintip Istilah Darah Biru

Gambar
Oleh: Ardin Silalahi Konon kurun waktu yang tidak diketahui persis, abad pra-modern, di sebuah negeri dataran Eropa, Spanyol berdiam sebuah kerajaan yang masyur dan makmur. Raja dan para kerabatnya hidup di istana mewah dengan segala kelimpahan makanan. Orang-orang yang berdiam di istana tak capek-capek bekerja menggarap tanah atau beternak. Mereka menikmati upeti dari rakyat yang mengusahakan tanah yang berada di bawah kekuasaan raja.  google.com Masyarakat penggarap kian hari tampak dekil dan kusam. Kulitnya berangsur kecoklatan. Sebaliknya, raja dan kerabatnya hidup senang, kulit mereka semakin bersih dan memutih. Acap kali berbaur di keramaian, perbedaan tersebut sangat mencolok dan mudah mengetahuinya. Oleh sebab itu, kulit para pemukim istana tampak tembus pandang dan pembuluh darah pun terlihat membiru. Beberapa puluh tahun kemudian setiap keturunan raja dan kerabatnya disebutlah keturunan darah biru atau kaum bangsawan.  google.com ...

Mengenal Sisingamangaraja XII Si Pluralis dari Tanah Batak

Gambar
Oleh: Ardin Silalahi Bulan Juni 1876 Raja Sisingamangaraja XII mengumpulkan raja-raja di luar tanah Batak dan penatua-penatua daerah untuk mengadakan pertemuan akbar. Pertemuan tersebut mengambil tempat di Pasar Balige, Sumatera Utara dan memutuskan tiga kesepakatan penting yaitu, 1) menyatakan perang terhadap kolonial Belanda; 2) tidak mengganggu penyebaran agama Kristen (Zending); dan 3) menjalin kerjasama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda.  google.com/foto Raja Sisingamangaraja XII Lalu, apa poin penting pada pertemuan tersebut? Point penting terdapat pada butir ketiga, yang bisa memunculkan dua pertanyaan besar: Bahasa apa yang digunakan Sisingamangaraja XII beserta para panglimanya membujuk kerajaan Aceh untuk bersatu melawan Belanda; dan apakah kerajaan Aceh bersedia membantu?  Sebelum Belanda mulai memancangkan koloninya di Aceh dan tanah Batak, Sisingamangaraja XII sudah menjalin hubungan baik dengan kerajaan Aceh. Dari sumber yang diperol...