Malam Takbiran
Tak bisa tidur aku, kudengar kumpulan suara
menderu.
Pengeras suara bergemuru, takbiran pagi
mendayu.
Anak-anak bergantian memanjatkan doa.
Mereka memanggil, hilang sejenak mereka
bersuara.
Aku berkeringat, pagi ini hawanya gerah. Kudengar
lagi suara-suara bergeliat.
Takbiran pagi gaduh. Para anak suaranya
hilang. Suara itu berubah dewasa.
Doa-doa itu tiada henti dikumandangkan.
Kemenangan, kemenangan telah tiba.
Apa arti kemenangan kalau aku tidak perduli
kepada yang berkekurangan.
Untuk apa menang kalau upahku yang besar di
bumi untuk berhura.
Kenapa memberikan sesuatu di hadapan banyak
orang untuk dikenal dan dikira baik.
Sia-sia, sia-sia jika nyaman orang lain
meradang kawan.
Jakarta, 26 Oktober 2012 dini hari.
Ardin Haposan Silalahi
Komentar
Posting Komentar